Shalat Malam Dan Keutamaannya

keutamaan shalat malamIlmu pelet dan pengasihan – Ada suatu zikir yang di ajarkan orang tua saya ( semoga Allah selalu mencurahkan rahmatnya guna beliau ) ,pada masa-masa ruku’dan sujud saat menggarap shalat malam ( tahajud terutama ) baca zikir tambahan : subhana zil jabbaruti wal malakuti wa atubu ilaih 3x..sebagai dzikir pujian untuk Allah sebagai empunya alam jabarut dan malakut.

Keutamaan shalat malam

Salah satu ibadah yang mendekatkan diri seorang hamba untuk Allah ialah sholat malam. Oleh karena tersebut terdapat sebanyak ayat dan hadits Nabi shallallahu’alaihi wa sallam yang menyarankan shalat malam serta menyatakan sejumlah keutamaan orang yang mengerjakannya, salah satunya firman Allah ta’ala:

“Sesungguhnya orang-orang yang bertaqwa tersebut berada dalam taman-taman (syurga) dan mata air-mata air, seraya menerima segala pemberian Rabb mereka. Sesungguhnya mereka sebelum tersebut di dunia ialah orang-orang yang melakukan kebaikan.

Di dunia mereka tidak banyak sekali istirahat diwaktu malam. Dan tidak jarang kali memohonkan ampunan diwaktu pagi sebelum fajar. Dan pada harta-harta mereka terdapat hak guna orang kurang mampu yang meminta dan orang kurang mampu yang tidak mendapat bagian.” (QS. Adz-Dzariyaat: 15-19)

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Sebaik-baik puasa sesudah puasa Ramadhan ialah puasa pada bulan Allah –Muharram-. Sebaik-baik shalat sesudah shalat wajib ialah shalat malam.” (HR. Muslim no. 1163, dari Abu Hurairah)

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Hendaklah kalian mengemban qiyamul lail (shalat malam) sebab shalat amalan ialah kebiasaan orang sholih sebelum kalian dan menciptakan kalian lebih dekat pada Allah. Shalat malam bisa menghapuskan kekeliruan dan dosa. ” (Lihat Al Irwa’ no. 452. Syaikh Al Albani menuliskan bahwa hadits ini hasan)

Mu’adz bin Jabal radhiyallahu ‘anhu berkata, “Shalat hamba di tengah malam bakal menghapuskan dosa.” Lalu beliau membacakan firman Allah Ta’ala,

“Lambung mereka jauh dari lokasi tidurnya, …” (HR. Imam Ahmad dalam Al Fathur Robbani 18/231. Bab )
‘Amr bin Al ‘Ash radhiyallahu ‘anhu berkata, “Satu raka’at shalat malam tersebut lebih baik dari sepuluh rakaat shalat di siang hari.” (Disebutkan oleh Ibnu Rajab dalam Lathoif Ma’arif 42 dan As Safarini dalam Ghodzaul Albaab 2: 498)

Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma berkata, “Barangsiapa yang shalat malam sejumlah dua raka’at maka ia dirasakan telah bermalam sebab Allah Ta’ala dengan sujud dan berdiri.” (Disebutkan oleh An Nawawi dalam At Tibyan 95)

Ada yang berbicara pada Al Hasan Al Bashri , “Begitu menakjubkan orang yang shalat malam sampai-sampai wajahnya nampak begitu estetis dari lainnya.” Al Hasan berkata, “Karena mereka tidak jarang kali bersendirian dengan Ar Rahman -Allah Ta’ala-. Jadinya Allah memberikan salah satu cahaya-Nya pada mereka.”

Abu Sulaiman Ad Darini berkata, “Orang yang rajin shalat malam di masa-masa malam, mereka bakal merasakan kesenangan lebih dari orang yang begitu girang dengan hiburan yang mereka nikmati. Seandainya bukan sebab nikmatnya masa-masa malam tersebut, aku tidak senang hidup lama di dunia.” (Lihat Al Lathoif 47 dan Ghodzaul Albaab 2: 504)

Imam Ahmad berkata, “Tidak terdapat shalat yang lebih utama dari shalat lima masa-masa (shalat maktubah) di samping shalat malam.” (Lihat Al Mughni 2/135 dan Hasyiyah Ibnu Qosim 2/219)

Tsabit Al Banani berkata, “Saya merasakan kendala untuk shalat malam sekitar 20 tahun dan saya kesudahannya menikmatinya 20 tahun sesudah itu.” (Lihat Lathoif Al Ma’arif 46). Jadi total beliau membudayakan shalat malam sekitar 40 tahun. Ini berarti shalat malam itu perlu usaha, banting tulang dan kesabaran supaya seseorang terbiasa mengerjakannya.

Ada yang berbicara pada Ibnu Mas’ud, “Kami tidaklah sanggup menggarap shalat malam.” Beliau kemudian menjawab, “Yang menciptakan kalian sulit sebab dosa yang kalian perbuat.” (Ghodzaul Albaab, 2/504)

Lukman berbicara pada anaknya, “Wahai anakku, tidak boleh sampai suara ayam berkokok mengungguli kalian. Suara ayam itu sebenarnya hendak menyeru kalian guna bangun di masa-masa sahur, tetapi sayangnya kalian lebih senang terlelap tidur.” (Al Jaami’ li Ahkamil Qur’an 1726)

Tutuplah shalat malam (tahajud) dengan shalat witir.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Jadikanlah akhir shalat malam kalian ialah shalat witir.” (HR. Bukhari no. 998 dan Muslim no. 751)
Mungkin ada beberapa yang masih bingung mengenai istilah sholat malam/ Qiyamul lail, sholat Terawih, sholat Tahajjud, atau sholat Witir. Padahal seluruh istilah ini pada hakikatnya sama, yakni sholat yang dilaksanakan pada malam hari (Qiyamul lail) yakni waktu antara sesudah ‘Isya’ sampai keluar fajar (shubuh) .

Disebut sholat Terawih bila dilaksanakan di bulan Ramadhan, dan disebut sholat Tahajjud bila dilaksanakan setelah bangun istirahat di malam hari, dan dinamakan sholat Witir bila dilaksanakan sebagai penutup sholat malam dengan bilangan yang ganjil.

14 Keutamaan Dari Shalat Malam

Banyak hadits Rasulullah SAW yang menyatakan fadillah dan keutamaan sholat malam diantaranya :

Pertama :
Sholat malam ialah ibadah yang biasa digarap orang-orang sholeh, ibadah yang mendekatkan diri untuk Allah SWT, penghapus sekian banyak kesalahan dan penangkal dari tindakan dosa, sebagaimana sabda Rasulullah SAW :
“Hendaklah kalian sholat malam, sebab sholat malam ialah kebiasaan yang digarap orang-orang sholeh sebelum kalian, ia ialah ibadah yang mendekatkan diri untuk Rabb kalian, penghapus sekian banyak kesalahan dan penangkal perbuatan dosa.” (HR. Tirmidzi)

Kedua :
Sholat malam adalahsholatnya semua abraar (orang-orang yang tidak sedikit berbuat kebaikan), Nabi SAW andai mendoakan salah seorang diantara kawan beliau berbicara :
“Semoga Allah menjadikan atas anda sholatnya orang-orang yang tidak sedikit berbakti, mereka sholat di malam hari dan berpuasa di siang hari, mereka tidak memiliki dosa dan tidak pula mengerjakan kejahatan.” (HR. Abd al-Humaid dan abd-Dhiyaa’ al Maqdisi dan disahihkan oleh Syeikh al-Albani r.a [silsilah al-Ahadits ash-Shahiihah no : 1810])

Ketiga :
Sholat malam ialah sholat yang ditonton (masyhudah). Rasulullah SAW bersabda :
“Sesungguhnya dekat-dekatnya Allah untuk seorang hamba ialah di tengah malam, maka andai kamu dapat tergolong orang-orang yang menilik Allah pada ketika itu, jadilah.” (HR. Ibnu Khuzaimah dalam “shahihnya” no : 1085)

Dari Amr bin Abasah r.a. berbicara :
Aku berbicara : Wahai Rasulullah, (bagian) dari malam manakah yang sangat didengar (oleh Allah)? beliau bersabda : “Pertengahan malam yang terakhir, maka sholatlah sesukamu, sebab sholat tersebut ditonton dan disalin hingga anda sholat subuh.” (HR. Abu Dawud)

Hadits Ali bin Abi Thalib r.a., Rasulullah SAW bersabda :
“Sesungguhnya seorang hamba bila bersiwak, kemudian berdiri menggarap sholat, maka berdirilah seorang malaikat dibelakangnya lalu memperhatikan bacaannya dengan seksama lantas dia mendekatinya – atau beliau menyampaikan kalimat seperti tersebut – sampai malaikat tersebut meletakkan mulutnya di atas mulutmu, maka tidaklah terbit dari mulutnya bacaan Al-Qur’an tersebut melainkan langsung ke perut malaikay, oleh sebab tersebut bersihkanlah mulut-mulut kalian untuk menyimak Al-Qur’an.”

Keempat :
Sholat malam di antara amal yang mengakibatkan pelakunya masuk surga menurut sabda Nabi SAW :
“Wahai manusia! Sebarkanlah salam, berilah santap dan sholatlah di malam hari saat manusia sedang istirahat lelap, niscaya anda masuk surga dengan sarat kedamaian.” (HR. Ibnu Majah)

Kelima :
Orang yang bangun dari tidurnya untuk menggarap sholat niscaya bakal terlepas dari ikatan setan, dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda :
“Setan mengikat tiga ikatan pada unsur belakang kepala salah seorang salah satu kamu saat tidur, dia mengencangkan masing-masing ikatan tersebut (seraya berkata) malam yang panjang bagimu, maka tidurlah! andai ia bangun lalu menilik Allah, terlepaslah satu ikatan, andai ia berwudhu maka terbukalah satu ikatan lagi, dan andai ia sholat terbukalah sata ikatan lagi, kemudian ia menjadi motivasi lagi veria dan andai tidak, jiwanya menjadi jelek lagi malas.” (HR. Bukhari)

Keenam :
Sholat malam sebagai karena rahmat dan kasih sayang Allah untuk hamba-Nya, menurut hadits Rasulullah SAW :
“Allah merahmati seorang suami yang bangun dimalam hari kemudian dia sholat dan membangkitkan isterinya, andai sang istri enggan, ia percikkan air ke wajahnya dan Allah merahmati seorang istri yang bangun di malam hari kemudian dia sholat dan membangkitkan suaminya andai suaminya enggan, dia percikkan air pada wajahnya.” (HR. Abu Dawud)
Hadits ini sebagai anjuran guna membangunkan isteri/keluarga supaya mengerjakan sholat malam.

Ketujuh :
Orang yang menggarap sholat malam mendapat cinta Allah, dari Abu Darda’ r.a. berbicara Nabi SAW bersabda :
“Tiga kelompok yang Allah menyukai dan tertawa untuk mereka serta memberi mereka berita gembira; orang yang manakala terdapat sekelompok pasukan terbuka kesempatan perang, dia berperang di belakang deretan pasukan tersebut dengan dirinya sebab Allah SWT, (dia diantara satu dari dua pilihan) terbunuh atau dimenengkan oleh Allah SWT dan dicukupinya,

maka Dia berbicara : “Lihatlah untuk hamba-Ku ini, bagaimana ia bersabar dengan dirinya sebab Aku. Orang yang memiliki isteri yang cantik dan kasur yang lembut lagi bagus, kemudian dia bangun sholat di malam hari, maka Allah berbicara : Dia meninggalkan syahwatnya dan menilik Aku, seandainya dia inginkan tentunya dia istirahat dan orang yang mana bila dia berada dalam perjalanan bareng para musafir yang bergadang lalu istirahat maka dia bangun sholat di akhir malam baik dalam situasi tidak senang atau senang.” (HR. Thabrani)

Delapan :
Sholat malam memasukkan seorang hamba termasuk orang-orang yang tidak sedikit berdzikir menilik Allah, menurut hadits Abu Hurairah dan Abu Sa’id al-Khudri r.a., Rasulullah SAW bersabda :

“Apabila seorang suami membangkitkan isterinya di malam hari kemudian mereka sholat berjama’ah dua raka’at niscaya mereka disalin tergolong orang-orang yang tidak sedikit mengingat (Allah).” (HR. Abu Dawud)
Sedangkan orang yang tidak sedikit berdzikir menilik Allah, akan mendapat ampunan dan pahala yang besar di sisi-Nya. Allah SWT berfirman :

“Sesungguhnya laki-laki dan wanita yang muslim, laki-laki dan wanita yang mukmin, laki-laki dan wanita yang tetap dalam ketaatannya, laki-laki dan wanita yang benar, laki-laki dan wanita yang sabar, laki-laki dan wanita yang khusyuk, laki-laki dan wanita yang bersedekah, laki-laki dan wanita yang berpuasa, laki-laki dan wanita yang merawat kehormatannya, laki-laki dan wanita yang tidak sedikit menyebut (nama) Allah, Allah telah meluangkan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar.” (Al-Ahzaab : 35)

Sembilan :
Orang-orang yang sangat mulia salah satu umat ini, mereka yang senantiasa menggarap sholat di malam hari, Abdullah bin Abbas r.a. meriwayatkan dari Rasulullah SAW beliau bersabda :
“Orang-orang yang sangat mulia dari umatku ialah para pembawa Al-Qur’an dan orang-orang yang senantiasa sholat di malam hari.” (HR. Ibnu Abid Dun-ya dan al-Baihaqi)

Dalam hadits Sahl bin Sa’ad dia berbicara :
“Jibril pernah datang untuk Nabi SAW lalu berbicara : “wahai Muhammad! hiduplah sesukamu, sesungguhnya anda akan mati, berbuatlah sekenhendakmu sesungguhnya anda akan dijawab dengannya dan cintailah siapa saja yang anda sukai, sesungguhnya anda akan berpisah dengannya, ketahuilah bahwa keagungan seorang mu’min ialah (dengan) sholat malam dan kehormatan/keperkasaan manakala tidak tergantung untuk manusia.” (HR. Thabrani)

Sepuluh :
Sholat malam sholat yang sangat afdhol sesudah sholat lima waktu, menurut hadits Abu Hurairah, Nabi SAW bersabda :
“Puasa yang sangat afshol sesudah puasa ramadhan ialah di bulan Muharram dan sholat yang sangat afdhol sesudah sholat wajib ialah sholat malam.” (HR. Muslim)

Dan Riwayat yang beda beliau bersabda :
“Sholat yang sangat afdhol sesudah sholat wajib ialah sholat di tengah malam.” (HR. Muslim)

Sebelas :
Orang-orang yang senantiasa sholat malam mempunyai surga yang khusus guna mereka. Dari Abdullah bin Umar dari Nabi SAW bersabda :
“Sesungguhnya di surga ada suatu ruangan yang mana unsur luarnya dapat disaksikan dari dalmnya dan unsur dalamnya dapat disaksikan dari luarnya, Allah menyiapkannya guna orang yang menyerahkan makan, melembutkan tutur kata, senantiasa mengekor sholat dan sholat di malam hari saat manusia sedang istirahat lelap.” (HR. Thabrani)

Pada redaksi yang beda berbunyi :
“Sesungguhnya di surga tersebut ada suatu ruangan yang mana unsur luarnya dapat disaksikan dari dalmnya dan unsur dalamnya dapat disaksikan dari luarnya”, maka Abu Malik al-Asy’ariy bertanya : “untuk siapakah ruangan itu, wahai Rasulullah? “beliau bersabda : “Untuk orang yang baik pembicaraannya, yang memberikan santap dan sholat di malam hari saat manusia sedang tidur.” (HR. Thabrani)

Dua Belas :
Setiap malam terdapat dua saat, andai seorang hamba berdo’a pada ketika tersebut niscaya do’anya terkabul, menurut hadits jabir bin Abdullah r.a. beliau berbicara aku mendengar Nabi SAW bersabda :
“Sesungguhnya pada malam hari terdapat dua saat, tidaklah seorang muslim memohon untuk Allah kebajikan dari hal dunia dan akhirat bertepatan dengan ketika tersebut, tetapi Dia menyerahkan permohonan dan urusan itu pada masing-masing malam.” (HR. Muslim)

Tiga Belas :
Abdullah bin Mas’ud berbicara :
“Sesungguhnya Allah tertawa untuk dua orang, seorang yang bangun meninggalkan kasur dan selimutnya di malam yang dingin, kemudian ia berwudhu lantas is sholat, maka Allah SWT berbicara kepada semua malaikat-Nya : “Apa yang mendorong hamba-Ku ini melakukan demikian? Mereka menuturkan : “(Karena) menginginkan apa yang terdapat di sisi-Mu dan fobia dari apa yang terdapat di sisi-Mu”, maka Allah-pun berbicara : “Sesungguhnya Aku telah menyerahkan apa yang diharapkannya dan mengamankannya dari apa yang ditakutinya.” (HR. ath-Thabrani)

Empat Belas :
Orang yang berniat bakal bangun di malam hari untuk mengemban sholat malam, kemudian tertidur maka disalin baginya pahala sholat malam, dari Abu Darda r.a. berkata, Nabi SAW bersabda :
“Barang siapa mengunjungi kasurnya dengan niat bakal bangun guna sholat di tengah malam, lantas dia tertidur sampai pagi hari, niscaya disalin baginya niatnya, dan tidurnya sebagai sedekah dari Rabb-nya.” (HSR Nasaa’i, Ibn Majah, Ibn Khuzaimah).

Ada suatu zikir yang di ajarkan orang tua saya ( semoga Allah selalu mencurahkan rahmatnya guna beliau ) ,pada masa-masa ruku’dan sujud saat mendirikan  shalat malam ( tahajud terutama ) baca zikir ekstra : subhana zil jabbaruti wal malakuti wa atubu ilaih 3x..sebagai format pujian untuk Allah sebagai empunya alam jabarut dan malakut.

Sekian dulu dari saya,semoga ini dapat bermanfaat untuk kita semua.

bagi kamu yang merasa mempunyai sejumlah masalah dalam kehidupan kamu bisa melihat
Doa Pelindung,Doa pengasihan,doa penyembuh dan pendahuluan rejeki yang diserahkan dengan ijazah eksklusif dapat kamu lihat di Pemesanan Amalan

Dengan asa dari sekian tidak sedikit jenis doa yang saya ijazahkan secara eksklusif ada yang cocok dengan masalah anda…amiin

Semoga bermanfaat

Wasalam

Fathul ahadi

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *