Keutamaan Surah As Sajdah Dan Khasiatnya

surah as sajdahilmupeletdanpengasihan.com – Surat As Sajdah menyampaikan hal-hal yang bersangkutan dengan kebenaran Nabi Muhammad SAW sebagai Rasul Allah dan Al-Quran yang diturunkan kepadanya adalahpetunjuk untuk manusia,

menegaskan mengenai ketauhidan dan dominasi Allah dengan menyampaikan hal-hal yang ber- hubungan dengan masa terciptanya alam, proses kejadian insan dan kebangkitan di hari kiamat serta keganjilan yang ada pada alam semesta.

Semuanya itu diajukan sebagai sangkalan terhadap hujah-hujah yang diajukan oleh orang-orang musyrikin dan guna menghilangkan keragu-raguan mereka.

Surat As Sajadah terdiri atas 30 ayat termasuk kelompok surat Makkiyah diturunkan setelah surat Al Mu’minuun.

Kandungan surah as sajadah

1. Keimanan:

Menyatakan bahwa Nabi Muhammad SAW tersebut benar-benar seorang rasul dan menyatakan bahwa untuk musyrik Mekah belum pernah diutus seorang rasulpun sebelumnya;

menegaskan bahwa Allah Maha Esa, bahwa Dia-lah yang menguasai alam semesta dan Dia-lah yang mengaturnya dengan aturan yang sangat sempurna; mengaku bahwa hari berbangkit benar-benar bakal terjadi.

2. Hukum:
Anjuran mengerjakan sembahyang malam (tahajjud dan witir).

3. Dan lain-lain:
Keterangan tentang kejadian insan di dalam rahim dan fase-fase yang dilaluinya hingga ia menjadi manusia; keterangan bagaimana suasana orang-orang mukmin di dunia dan nikmat serta pahala-pahala yang disediakan Allah untuk mereka di akhirat;

kehinaan yang menimpa orang-orang kafir di akhirat dan mereka pada waktu tersebut meminta supaya dibalikkan saja ke dunia guna bertobat dan melakukan kebaikan,

tetapi kemauan ini ditolak; keingkaran kaum musyrik ter hadap hari berbangkit dan mereka memandang bahwa urusan itu ialah mustahil.

Keutamaan surah as sajadah antara lain:

1. Khalid bin Ma’dan ra. Berkata, “Bacalah surat Almunjiah (yang menyelamatkan) yakni alif lam tanzil Assajadah, karena saya mendapat penjelasan bahwa terdapat seorang yang biasa membacanya, dan tidak menyimak lain-lainnya,

sedang ia tidak sedikit berdosa, tiba-tiba surat ini menghamparkan sayapnya dan berbicara : Ya Rabbi ampunilah orang ini, sebab ia tidak jarang kali membacaku,

maka Allah menerima pembelaan (syafa’at)nya, dan berfirman: Tulislah guna hamba-Ku tersebut ditempat tiap dosa dengan kebajikan dan naikkan derajatnya.” (R. Addarimi).

Dilain riwayat: Sesungguhnya surat ini bakal membela pada orang yang membacanya didalam kubur, ia bakal berkata: Ya Allah andai aku benar-benar dari kitab-Mu maka berilah padaku peluang memberi syafa’at padanya,

jika tidak maka hapuslah aku dari kitab-Mu. Dan ia berupa burung yang menghamparkan sayapnya, membela dan mengayomi dari siksa kubur.

2. Jabir ra. Berkata, “Biasa Nabi saw. Tidak istirahat sehingga menyimak surat Alif lam mim Tanzil Assajadah, dan Tabarakalladzi biyadhil mulku.” (HR. Ahmad, Tirmidzi, An-Nasa’i, Al Hakim).

3. Bersabda Nabi saw., “Alif Lam miim As Sajadah datang di hari Kiamat dengan memiliki dua sayap yang menaungi pembacanya, sambil berkata: Tak terdapat jalan untuk orang beda atas engkau, tak terdapat jalan untuk orang beda atas engkau.” (HR. Abu ‘Ubaid).

4. Dari Abu Hurairah ra. Bahwa Rasulullah saw. Bersabda, “Bila seorang anak Adam menyimak surat “As Sajadah” lantas ia bersujud, maka pergilah setan menepi sambil menangis dan berkata,

“Betapa celakanya aku! Anak Adam diperintah guna bersujud, ia juga bersujud, maka ia menemukan surga, sementara aku diperintah guna bersujud, aku juga enggan, maka aku menemukan neraka.” (HR. Abu Dawud, Nasa’i’I, Ibnu Majah, Ahmad, Muslim) Shahih.

5. Aljuwini dalam tafsirnya meriwayatkan dari Aban bin Abi Ayyasy berkata, “Ketika kami muncul matinya Muwarriq Al’ajali, dan saat telah diblokir kain,

kami berbicara “Dia sudah mati, tiba-tiba kami menyaksikan nur (cahaya) menyemprot dari arah kepalanya sehingga menjebol atap rumah, lantas kami menyaksikan nur (cahaya) yang menyemprot dari kakinya laksana itu,

kemudian kami menyaksikan cahaya nur yang lebih terang menyemprot dari perutnya, lantas ia membuka tutup kainnya tersebut dan bertanya untuk kami, “Apakah kalian menyaksikan sesuatu?” Jawab kami “Ya,”

lalu kami ceritakan padanya seluruh yang kami lihat itu. Lalu ia berkata, “Itu surat As Sajadah yang saya baca tiap malam, sedang yang diatas kepala tersebut empat belas ayat dari permulaannya,

dan yang di kaki tersebut empat belas ayat dari akhirnya, sedang yang ditengah tersebut ayat As Sajadah sendiri ia naik untuk menyerahkan syafa’atnya bagiku, sedang surat Tabarak masih tetap menjagaku. Kemudian ia mati kembali. (Dari buku : Irsyadul ‘ibad ilasabilirrasyad).

6. Ibnu Abbas ra. Berkata, “Bahwa Rasulullah saw., biasa menyimak dalam shalat Subuh hari Jum’at pada rakaat kesatu setelah Fatihah ialah surat Alif laam mim Assajadah.

Dan pada rakaat kedua setelah Fatihah ialah surat Hal Ataa alal insaan. (R. Muslim)..wallahu a’lam

Akhirul kalam semoga ini dapat bermanfaat untuk kita semua.

Wasalam

Fathul ahadi

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *