Ilmu Pengasihan Dimata Islam

ilmu pengasihan di mata islamIlmupeletdanpengasihan.com– Agama islam adalah agama yang mempunyai tingkat aturan hukum yang sangat luas. Dari dasar syariat, hakekat hingga makrifat. Jadi lumrah saja, apabila terdapat perbedaan pandangan tentang pendapat hukum pada agama islam.

Termasuk perbedaan pandangan mengenai hukum pengamalan sesuatu.misalnya ; ilmu pengasihan,penggunaan zimat dan sarana lainnya.

Sebagian aliran islam melarang menggunakan ilmu pengasihan dengan landasan tersendiri.

Di sisi lain, juga ada sebagian ulama besar mengijinkan menggunakn ilmu tersebut dengan ketentuan penggunaan ilmu pengasihan hanya merupakan sarana dalam berusaha, bukan penentu hasilnya.

Serta tujuan pengamalan ilmu pengasihan ditujukan  untuk hal baik, misalnya: mendapatkan jodoh, untuk pangkat kerja, melindungi diri, membantu maslah orang dan lain lainnya.

Jadi bisa di lihat di sini ada dua pendapat, ada yang mengijinkan tapi ada juga yang tidak. kedua pandangan tersebut sama-sama di amini oleh beberapa ulama yang dihormati. dengan dalil masing-masing yang kuat..

Seterusnya , silahkan anda mau mengambil yang mana. karena keyakinan yang anda miliki adalah hak asasi semua orang . yang terpenting ,kita dapat saling menghormati pandangan orang lain.

Saya sebagai pengasuh ilmupeletdanpengasihan.com dalam hal ini menyediakan ilmu pengasihan untuk Anda yang mempunyai pandangan bahwa menjalankan atau menggunakan pengasihan itu tidak di larang.

Dan keyakinan ini didukung dari beberapa besar ulama yang termasuk dalam Nahdlotul Ulama (NU).

Kalau Anda punya keyakinan yang berbeda tidak masalah. Jangan memaksakan keyakinan diri untuk menegerjakan amalan kalau Anda merasa tidak sejalan dengan keyakinan yang Anda pegang. Dan sebagai umat yang baik, tentunya kita bisa menghormati pandangan orang lain yang tidak sama tanpa harus mencela.

Di ijinkannya Menggunakan Ilmu Pengasihan

Dalam hal ini, kami sertakan ulasan mengenai pengasihan yakni sebagai berikut:

“Sesungguhnya suwuk (rukyah), jimat dan pengasihan adalah syirik.”

Banyak orang yang belum memahami hadits ini , jadi “menelan mentah-mentah” yang tersurat dari hadis tersebut dan berkata (dengan ketidakpahamannya) bahwa setiap rukyah, ilmu pengasihan serta jimat semua syirik.

Sebenarnya yang diinginkan  hadis tersebut bukan demikian.

Dalam memahami hadis, kita juga perlu memahami sebab lahirnya hadis tersebut. Sehingga kita dapat mengambil kesimpulan yang benar dan tepat.

Namun sebagian orang yang merasa ahli berdalil padahal dia cuma membaca terjemahan hadis lalu langsung mengambil pendapat sendiri.

Imam al-Munawi menjelaskan, memepergunakan rukyah ,memakai jimat dan ilmu pelet (mahabbah ) dianggap syirik seperti dalam tulisan hadits, di sebabakan hal-hal tersebut yang dikenal di masa Rasulallah sama dengan yang pakai pada masa jahiliyah yaitu mengadakan ruqyah,penggunaan jimat dan pengamalan pengasihan yang syirik.

Dan dalam hadits, rasulallah berpendapat manjalani rukqah, mengamalkan pengasihan, dan menggunakan jimat adalah syirik sebab menggunakan hal hal tersebut berarti penggunanya meyakini bahwa barang barang itu memiliki pengaruh (ta’tsir) yang bisa menyebabkan syirik terhadap allah.

Imam Ath-Thayyibi menjelaskan bahwa dalam hadits tersebut yang dimaksudkan dengan syirik ialah apabila orang tersebut meyakini bahwa hal hal tersebut memiliki kekuatan sehingga dia bisa membawa pengaruh (menentukan sesuatu) dan hal ini pasti berlawanan dengan ke-tawakkal-an terhadap Allah.

Ibnu Hajar al-Haitami pada Fatawi Haditsiyyah-nya menjelaskan hukum memakai wifiq tersebut tidak dilarang jika di pakai untuk hal-hal yang tidak di larang dalam syari’at dan apabila di pakai untuk melakukan hal yang dilarang maka hukumnyatidak boleh atau haram.

Dengan demikian , kita dapat menjawab pandangan al-Qarafi yaitu ulama Malikiyyah murid dari ‘Izzuddin bin ‘Abdissalam yang mengatakan  bahwa semua wifiq adalah merupakan slah satu dari sihir.

Menggunakan ilmu pengasihan, barang pengasihan, mengamalkan hizib serta mengenakan azimat pada intinya tidak terlepas dari sebuah usaha seorang hamba, yang dilakukannya sebagai bentuk doa terhadap Allah SWT.

Ada beberapa landasan dari hadits Nabi Muhammad S.A.W yang mengambarkan kebolehan ini. Diantaranyasebagai berikut:

Dari Auf bin Malik al-Asja’i, ia menyampaikan bahwa pada masa Jahiliyah, kita biasanya membuat azimat (dan sejenisnya). Lalu kami bertanya pada Nabi, bagaimana menurutmu (ya Rasul) tentang masalah itu.

Rasul berkata, ”Coba perlihatkan azimatmu itu padaku. Membikin azimat tidak apa-apa asalkan di  dalamnya tidak terdapat kesyirikan.” (HR Muslim [4079]).

Dari Abdullah bin Umar, menyampaikan bahwa Rasulullah pernah bersabda:

”kalau  salah satu dari kamu bangun tidur, maka ucapkan (bacaan yang artinya): Aku berlindung menggunakan kalimat-kalimat Allah SWT yang maha sempurna dari kemurkaan serta siksaan-Nya, dari perbuatan buruk yang dilakukan makhluk-Nya, juga godaan syetan dan dari kedatangannya padaku. Niscaya syetan itu tidak akan bisa mencelakakan orang tersebut.”

Abdullah bin Umar mengajarkan doa doa itu kepada anak¬anaknya yang sudah baligh. Sedangkan untuk yg belum baligh, ia menulisnya pada selembar kertas, kemudian dipakaikan di lehernya. (At-Thibb an-Nabawi, hal 167).

Dengan demikian bisa di simpulkan bahwa ilmu pengasihan, pengamalan mahabbah dan hizib serta  azimat tidak di larang dalam Islam.

Memang benar ada hadits yang secara “tersurat” mengisyaratkan keharaman pemakaian azimat, seperti:

Dari Abdullah, ia mengatakan, Saya dengar Rasulullah bersabda, ‘Sesungguhnya hizib, azimat dan pengasihan, adalah perbuatan syirik.’(HR Ahmad [3385]).

Mengomentari haditstersebut , Ibnu Hajar, salah ahli pakar ilmu hadits kenamaan, dan para ulama yang lain menjelaskan : “Keharaman yang di maksudkan dalam hadits itu, atau hadits sejenis, adalah kalau yang dikenakan itu tidak terdapat kandungan Al-Qur’an atau yang sejenisnya.

Namun kalau yang dikenakan  itu berupa dzikir kepada Allah atau ayat alquran, maka di perbolehkan. hal ini di sebabkan karena yang digunakan bertujuan mengambil barokah dan meminta perlindungan atas nama Allah, atau dzikir kepada Allah.” (Faidhul Qadir, juz 6 hal 180-181).

lnilah landasan di perbolehkannya membuat maupun memakai amalan pengasihan, pengamalan hizib ataupun mengenakan azimat. Karena para ulama salaf seperti Imam Ahmad bin Hanbal atau Ibnu Taimiyyah juga membikin azimat.

A-Marruzi mengatakan , ”ada seorang wanita dating kepada Abi Abdillah Ahmad bin Hanbal dan mengadukan bahwa ia senantiasa gelisah kalau seorang diri di dalam rumahnya.

Lalu Imam Ahmad bin Hanbal menulis menggunakan tangannya sendiri, basmalah, al-Fatihah serta mu’awwidzatain (al-Falaq dan an-Nas).”

Abu Dawud  mengatakan, “Saya melihat adanya azimat yg dibungkus dengan kulit di leher anak Abi Abdillah yang belum baligh.”

Syeikh Taqiyuddin Ibnu Taimiyah menuliskan  QS Hud: 44 pada dahinya orang yanghidungnya keluar darah.” (Al-Adab asy-Syar’iyyah wal Minah al-Mar’iyyah, juz II hal 307-310).

3 hal utama yang perlu di perhatikan dalam penggunaan ilmu pengasihan

Namun perlu di ingat  tidak semua doa atau ilmu  pengasihan di perbolehkan. Setidaknya, ada tiga dasar yang harus di utamakan dalam penggunaan ilmu pengasihan.

1.Pastikan doa atau ilmu tersebut  menggunakan ayat Allah, atau Sifat Allah, atau Asma Allah.

2.Menggunakan bahasa yang bisa dipahami artinya.

3.Dan yang terpenting adalah keyakinan bahwa ilmu pengasihan itu tidak menentukan hasil apapun karena dia adalah media atau sarana dalam berdoa , tapi (semua yang diinginkan bisa terwujud) hanya karena ketentuan dari Allah ,Sedangkan ilmu pengasihan serta azimat itu hanyalah sebagai syariat atau ikhtiar saja.”

Walaupun demikian, maslah keyakinan adalah hak asasi pribadi anda. Kalau anda punya keyakinanberbeda , janganlah dipaksakan untuk mengikuti pendapat dan keyakinan kami.

Akhirul kalam semoga ini bisa bermanfaat bagi kita semua,terlepas dari perbedaan pendapat masing masing..wallahu a’lam

 

Wasalam

Fathul ahadi

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Delicious
  • LinkedIn
  • StumbleUpon
  • Add to favorites
  • Email
  • RSS

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *