Ilmu pengasihan dan penunduk nabi sulaiman

Bagi anda yang mempunyai masalah yang masalahnya sudah memerlukan lebih dari sekedar pengasihan umum  ,maka bisa melihat penjelasan pengasihan yang di berikan khusus pada orang orang tertentu :

1.ilmu Pengasihan Pandang Suhut

2.Ilmu Pemanggil sukma

3.Ilmu Pengasihan Air nurani

4.Doa penunduk hati air dalam mulut

Dan bagi anda yang mempunyai masalah yang lebih berat lagi bisa melihat :

1.Minyak Bulu Perindu

2.Minyak Kukang

3.Minyak cinta Mani

Doa pengasihan dalam kehidupan

ilmu pengasihan mahabbahMemiliki  sebuah ilmu pengasihan dalam menjalani kehidupan ini hampir suatu keharusan,hal ini karena kita tidak bisa untuk hidup sendirian,pasti kita memerlukan orang lain.

Terlebih lagi kalau hubungan ini sudah menyangkut antara laki laki dan wanita ,ada rasa ingin di sayangi ,di hormati,bahkan sampai ke tahap di cintai.

Dan untuk masalah cinta adalah urusan hati,yang kadangkala tidak bisa di baca dengan akal..boleh jadi orang tersebut sangat tampan atau cantik ,tapi kalau hati anda tidak mencintai maka ada saja alasan untuk  melihat sisi buruknya sehingga rasa cintapun akan hilang.bahkan sampai ke tahap membenci..

Kita tentunya tidak ingin ada orang yang sampai membenci kita,apalagi kalau orang tersebut adalah orang yang kita cinta..

Karena itulah ijinkan saya lewat web ilmupeletdanpengasihan.com ini untuk berbagi sedikit apa yang saya ketahui,dengan harapan ilmu tersebut bisa bermanfaat bagi  anda..yaitu Ilmu pengasihan dan penunduk nabi sulaiman

Tentang nabi sulaiman

Ayah kandung dari Nabi Sulaiman as adalah Nabi Daud as. Sebelum Nabi Sulaiman as diangkat menjadi Rasul dan memegang kerajaan, rasul sekaligus raja, Nabi Daud as.

Nabi Sulaiman as dan ayahnya Nabi Daud as merupakan dua orang Rasul yang diutus kepada bani Israil di Palestina pada waktu itu.

Banyak sekali karunia yang di berikan Allah kepada nabi sulaiman,baik kekayaan,kemampuan memerintahkan jin,mengerti bahasa binatang dll. Terlalu panjang kalau semuanya di ceritakan di sini.

Berkaitan dengan Ilmu pengasihan dan penunduk nabi sulaiman,maka kita langsung melompat kepada kisah tentang nabi sulaiman dan ratu balqis.

Kisah dalam alquran tentang Nabi Sulaiman dan Ratu Balqis

doa pengasihan dan penunduk nabi sulaimanUntuk lebih memudahkan maka lebih baik kita lihat berdasarkan cerita yang tertulis dalam surat An Naml.. .

Nabi Sulaiman as lalu melanjutkan dan meminta kepada burung hud-hud uuntuk menyerahkan surat kepada wanita/ratu tersebut (yang dimaksud adalah Ratu Balqis).

” Pergilah dengan (membawa) suratku ini, lalu jatuhkan kepada mereka, kemudian berpalinglah dari mereka, lalu perhatikan apa yang mereka katakan“ (QS. An Naml: 28)

Surat itu kemudian sampai dan dibaca oleh Ratu Balqis. Isinya:

“Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Penyayang, ini sesungguhnya dariku, Sulaiman. Janganlah kamu bersikap sombong kepadaku dan merasa  dirimu lebih tinggi daripadaku. Datanglah sekalian kepadaku untuk berserah diri.”

Dalam ayat selanjutnya, Ratu Balqis memberitahukan pada pembesar-pembesarnya  terkait surat tersebut.

“Berkata ia (Balqis): “Hai pembesar-pembesar, sesungguhnya telah dijatuhkan kepadaku satu surat yang mulia.“ (QS. An Naml: 29)

“Sesungguhnya  itu dari Sulaiman dan sesungguhnya isinya  (‘Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang).” (QS. An Naml: 30)

(Janganlah kamu sekalian berlaku sombong kepadaku dan datanglah ,sebagai orang-orang yang berserah diri’)“. (QS. An Naml: 31)

“(Berkata dia, “Hai para pembesar! Berilah aku saran) dapat dibaca Al Mala-u Aftuni dan Al Mala-uwaftuni, maksudnya, kemukakanlah pendapat kamu sekalian  (dalam urusanku ini, aku tidak bisa memutuskan suatu persoalan) karena aku tidak pernah memutuskannya (sebelum kalian berada dalam majelisku”) sebelum kalian semua hadir di majelisku ini.” (QS. An Naml: 32)

Kemudian Para pembesar Ratu Balqis itu memberikan jawaban seperti dalam ayat 33 berikut.

“(Mereka menjawab, “Kita adalah orang-orang yang mempunyai kekuatan dan juga mempunyai  keberanian yang cukup) dalam peperangan (namun keputusan berada di tanganmu, maka pikirkanlah apa yang akan kamu perintahkan”) kami akan selalu mematuhi perintahmu.” (QS. An Naml: 33)

Secara tersirat, para pembesar tadi menyarankan untuk berperang karena secara kekuatan mereka rasa sanggup. Namun keputusan tetap berada di tangan Ratu mereka.

Ratu Balqis lalu menjawab.

(Dia berkata, “Sesungguhnya raja-raja apabila memasuki suatu negeri, maka mereka membinasakannya) melakukan penghancuran di dalamnya (dan membuat penduduknya yang mulia jadi hina, dan seperti itu  pula yang akan mereka perbuat) yang akan dilakukan oleh  pengirim surah ini. (QS. An Naml: 34)

Ratu Balqus kemudian memilih untuk memberikan hadiah kepada orang yang mengirimkan surat (waktu itu belum tahu Nabi Sulaiman a.s) sebagai tanda itiqad baik.

“(Dan sesungguhnya aku akan mengutus  kepada mereka orang yang membawa hadiah, dan aku akan menunggu apa yang nanti akan dibawa kembali mereka itu”) apakah mereka akan menerima hadiahku  atau menolaknya. Jika ia seorang raja maka ia akan menerimanya, jika ia seorang Nabi maka ia akan menolaknya.

Lalu ratu Balqis mengirim beberapa pelayan lelaki dan perempuan sekitar dua ribu orang; separuh laki-laki dan separuh lagi perempuan. Para utusan ini membawa lima ratus balok emas, satu buah mahkota yang bertatahkan permata, minyak kesturi, minyak anbar dan hadiah-hadiah yang lainnya disertai  sebuah surah jawaban.

Burung Hud-hud segera terbang kembali kepada Nabi Sulaiman untuk menyampaikan kepadanya tentang  apa yang ia dengar dan saksikan itu.

kemudian Setelah Nabi Sulaiman mendapat berita dari burung Hud-hud, lalu ia memerintahkan pasukannya untuk membuat batu bata dari emas dan perak, agar dari tempat ia berkemah sampai dengan sembilan farsakh diberikan permadani,

Lalu di sekelilingnya didirikan tembok yang terbuat dari batu bata emas dan perak, lalu ia memerintahkan kepada anak-anak jin agar mencari hewan darat dan hewan laut yang paling indah untuk diletakan di sebelah kanan dan kiri lapangan dekat istana yang didirikannya itu.” (QS. An Naml: 35)

Utusan Ratu Balqis kemudian sampai di kediaman Nabi Sulaiman. Nabi Sulaiman lalu berkata kepada para utusan tersebut.

(Maka ketika utusan itu sampai) utusan dari ratu Balqis yang membawa hadiah bersama dengan pengiring-pengiringnya (kepada Sulaiman. Sulaiman berkata, “Apakah patut kalian membantu aku dengan harta?, apa yang telah diberikan Allah kepadaku) baik itu kenabian dan kerajaan (lebih baik dibanding apa yang diberikan-Nya terhadap kalian) yakni keduniaan yang diberikan kepada kalian (tetapi kalian merasa sombong dengan hadiah kalian itu) karena kalian merasa bangga dengan harta keduniaan yang kalian miliki. (QS. An Naml: 36)

Nabi Sulaiman kemudian memerintahkan para utusan tersebut untuk kembali. Tidak hanya itu, Nabi Sulaiman meminta ratu mereka untuk mendatangi Nabi Sulaiman. Bahkan Nabi Sulaiman mengancam akan mengusir mereka dari negeri mereka (negeri Saba’) jika sang ratu tidak mau datang. Hal ini tertulis dalam ayat selanjutnya.

(Kembalilah kepada mereka) dengan hadiah yang kamu bawa itu (sungguh kami akan mendatangi mereka dengan bala tentara yang mereka tidak mempunyai kekuatan) tidak berdaya lagi (untuk melawannya, dan pasti kami akan mengusir mereka dari negeri itu) dari negeri tempat tinggal mereka, yaitu negeri Saba’.

Negeri ini dinamai dengan nama kakek moyang mereka (dengan terhina dan mereka menjadi tawanan”) jika mereka tidak mau datang kepadaku dengan berserah diri. Ketika utusan itu kembali kepada ratu Balqis berikut dengan hadiah yang mereka bawa sebelumnya, ratu Balqis menempatkan singgasananya di dalam keratonnya yang berpintu tujuh, sedangkan keraton ratu Balqis berada di dalam tujuh keraton yang besar-besar.

Kemudian semua pintu-pintunya dikunci dengan rapat dan menugaskan sebagian bala tentaranya untuk menjaga keraton dan singgasananya. Setelah itu ia bersiap-siap untuk melakukan perjalanan menghadap Nabi Sulaiman, untuk melihat apa yang bakal diperintahkan oleh Nabi Sulaiman kepada dirinya.

Berangkatlah ratu Balqis dengan membawa dua belas ribu pasukannya; menurut pendapat yang lain disebutkan bahwa jumlah tentara yang dibawanya pada saat itu sangat banyak, sehingga dari jarak satu farsakh dapat terdengar suara gemuruhnya. (QS. An Naml: 37)

Mengetahui Ratu Balqis memenuhi permintaan Nabi Sulaiman, maka Nabi Sulaiman memerintahkan kepada para pembesarnya untuk membawa istana Ratu Balqis kepada Nabi Sulaiman.

“(Berkata Sulaiman, “Hai pembesar-pembesar! Siapakah di antara kamu sekalian) lafal ayat ini dapat dibaca secara Tahqiq dan dapat pula ia dibaca secara Tas-hil sebagaimana keterangan sebelumnya (yang sanggup membawa singgasananya kepadaku sebelum mereka datang kepadaku sebagai orang-orang yang berserah diri?”) yakni taat dan tunduk kepadaku. Maka aku harus mengambil singgasananya itu sebelum mereka datang, bukan sesudahnya.” (QS. An Naml: 38)

Permintaan Nabi Sulaiman ini kemudian disambut oleh jin ifrit.

“(Ifrit dari golongan jin berkata,) yakni jin yang paling kuat lagi keras (“Aku akan datang kepadamu dengan membawa singgasana itu sebelum kamu berdiri dari tempat dudukmu) dari majelis tempat ia melakukan peradilan di antara orang-orang, yaitu dari mulai pagi sampai tengah hari (dan sesungguhnya aku benar-benar kuat) untuk membawanya (lagi dapat dipercaya.”) atas semua permata dan batu-batu berharga lainnya yang ada pada singgasananya itu. Maka Nabi Sulaiman berkata, “Aku menginginkan yang lebih cepat dari itu”.” (QS. An Naml: 39)

Mendengar permintaan Nabi Sulaiman,  Ashif ibnu Barkhiya (ada yang mengatakan sepupu Nabi Sulaiman, ada yang mengatakan juru tulis Nabi Sulaiman) mengatakan bisa membawa singgasana tersebut dalam sekelip mata.

(Seorang yang mempunyai ilmu dari Al kitab) yang diturunkan (berkata,) ia bernama Ashif ibnu Barkhiya; dia terkenal sangat jujur dan mengetahui tentang asma Allah Yang Teragung, yaitu suatu asma apabila dipanjatkan doa niscaya doa itu dikabulkan (“Aku akan membawa singgasana itu kepadamu sebelum matamu berkedip”) jika kamu tujukan pandanganmu itu kepada sesuatu.

Maka Ashif berkata kepadanya, “Coba lihat langit itu”, maka Nabi Sulaiman pun menujukan pandangannya ke langit, setelah itu ia mengembalikan pandangannya ke arah semula sebagaimana biasanya, tiba-tiba ia menjumpai singgasana ratu Balqis itu telah ada di hadapannya.

Ketika Nabi Sulaiman mengarahkan pandangannya ke langit, pada saat itulah Ashif berdoa dengan mengucapkan Ismul A’zham, seraya meminta kepada Allah supaya Dia mendatangkan singgasana tersebut, maka dikabulkan permintaan Ashif itu oleh Allah.

Sehingga dengan seketika singgasana itu telah berada di hadapannya. Ibaratnya Allah meletakkan singgasana itu di bawah bumi, lalu dimunculkan-Nya di bawah singgasana Nabi Sulaiman. (Maka tatkala Sulaiman melihat singgasana itu terletak) telah berada (di hadapannya, ia pun berkata, “Ini) yakni didatangkannya singgasana itu untukku (termasuk karunia Rabbku untuk mencoba aku) untuk menguji diriku (apakah aku bersyukur)mensyukuri nikmat, lafal ayat ini dapat dibaca Tahqiq dan Tas-hil (atau mengingkari) nikmat-Nya.

(Dan barang siapa yang bersyukur maka sesungguhnya dia bersyukur untuk kebaikan dirinya) artinya pahalanya itu untuk dirinya sendiri (dan barang siapa yang ingkar) akan nikmat-Nya (maka sesungguhnya Rabbku Maha Kaya) tidak membutuhkan kesyukurannya (lagi Maha Mulia”) yakni tetap memberikan kemurahan kepada orang-orang yang mengingkari nikmat-Nya. (QS. An Naml: 40)

Ketika singgasana tersebut telah berada di hadapan Nabi Sulaiman, beliau berkata.

(Dia berkata, “Ubahlah baginya singgasananya) yaitu bentuknya sehingga bila kelak ia melihatnya tidak yakin bahwa singgasana itu miliknya sendiri, (maka kita akan melihat apakah dia mengenal) yakni dapat mengetahuinya (ataukah dia termasuk orang-orang yang tidak mengenalnya”) tidak mengetahuinya karena telah mengalami perubahan.

Nabi Sulaiman sengaja melakukan hal ini untuk menguji kecerdasan akalnya, karena menurut kata orang-orang dia berakal cerdas. Maka mereka segera mengubah singgasana itu dengan cara menambahi dan mengurangi serta memoles bagian-bagiannya. (QS. An Naml: 41)

Saat Ratu Balqis tiba, beliau tidak menyangka bahwa ada istina yang menyerupai istananya di Saba. Selama ini beliau berpikir beliaulah pemilik istana terindah.

Saat ditanya oleh Nabi Sulaiman as: “Seperti inikah singgasanamu?” Dengan terperanjat Ratu Balqis menjawab: “Seakan-akan singgasana ini singgasanaku” Kemudian Ratu Balqis dipersilakan masuk ke istana Nabi Sulaiman.

Peristiwa tersebut membuat Ratus Balqis takjub dan menyadari kekurangannya. Beliau pun memohon maaf atas kekhilafaanya selama ini. Ratu Balqis kemudian menikah dengan Nabi Sulaiman as.

Doa yang digunakan dalam pengasihan  nabi sulaiman

Dengan mengambil berkat dan keramat dalam ayat alquran ini ,maka doa pengasihan ini di susun atau dibuat oleh nenek moyang kita,.

Ada 2 jenis doa yang di gunakan dengan tujuan dan fungsi masing masing.

1.Doa yang diambil langsung dari ayat yang menceritakan kisah ini.

2.Doa yang di gunakan dengan mengambil karomah nabi sulaiman.

Mari kita lihat lebih dalam.

1.Doa yang menggunakan ayat  sebagai Ilmu pengasihan dan penunduk nabi sulaiman yang bertujuan untuk mendapatkan orang tertentu,:

tidak seperti pengasihan pengasihan yang menggunakan mantera,maka pengasihan nabi sulaiman ini tidak mensyaratkan puasa tertentu dalam pengamalannya ,amalan ini bisa langsung digunakan tanpa puasa atau laku khusus, yang penting anda yakin bahwa apa yang anda baca pasti akan berhasil. Khususnya bagi anda yang beriman kepada Allah swt dan sudah terbiasa terkoneksi dengan energi Cahaya Ilahi.

Kekuatan pengasihan ini ada pada kalimat “Bismillahirrohmanirrohiim… “

Bacaan dari amalan tersebut adalah :

“Innahu Min Sulaimaana Wa Innahu Bismillahirrohmanirrohiim… Allaa Ta’lu ‘Alayyaa Wa’tunii……… (sebut nama dan bayangkan orang yang anda tuju)…. Muslimiin”

Bacalah 3x atau sampai yakin, setelah itu sugestikan bahwa dengan kekuatan “Bismillah” sasaran anda akan bertekuk lutut kepada anda, setelah itu hentakkan kaki kiri anda ke tanah 3x atau tepukkan tangan kiri anda ke tanah/lantai tiga kali, dengan sugesti bahwa anda tidak sedang menghentak bumi, tetapi sedang menghentak-hentakkan dan menggetarkan hati sasaran anda.

2.Doa yang di gunakan dengan mengambil karomah nabi sulaiman sebagai tenaga dari Ilmu pengasihan dan penunduk nabi sulaiman,amalan pengasihan ini sifatnya lebih di tujukan agar di sayangi banyak orang.

Dan tidak seperti doa yang pertama ,maka doa yang kedua ini memerlukan puasa dalam pengamalannya,namun puasa sunat seperti biasa,dan berbuka juga biasa,seperti puasa sunat senin kamis.

ALLAHUMMA IN DAKHOLA FI SHUROTI SULAIMANA MINAL MASYRIQI WAL MAGHRIBI LIDZATIHI WA QUWWATIHI WA JABRO-ILA WA’AZRO-ILA WA MULKI SULAIMANA MINAL MASYRIQI WAL MAGHRIBI JINNAN WA INSAN WA RIHAN WA GHOMAMAN WA SALLAMA TASLIMAN JALLA JALALUHU YA IBLISASY SYAITHONA FI ZHULUMATI WAN NUR,ROBBANA TAQOBBAL SULAIMANABNI DAWUDA ALAIHIMAS SALAM BIROHMATIKA YA ARHAMAR ROHIMIN

Artinya : ya allah ya tuhanku, apabila gambar nabi sulaiman masuk dari timur sampai barat dengan zatnya, dan kekuatannya, dan jibril dan mikail, dan israfil dan kerajaan nabi sulaiman yang meliputi dari timur sampai ke barat dari jin dan manusia dan angin dan awan dan keselamatan juga kesejahteraan maha tinggi dan maha agung. yang menguasai iblis, setan yang ada dalam gelap dan terang. ya allah, ya tuhanku, semoga mengabulkan doa nya nabi sulaiman putra nabi daud alaihis salam dengan rahmatnya yang maha kuasa pengasih dan penyayang.

Lakukan Puasa 7 hari Bacalah 40 Kali Amalan Doa Nabi Sulaiman Siap hari Selama Berpuasa. Setelah Puasa tamat Bacalah Amalan Doa Nabi Sulaiman ini 1 Kali Tiap Pagi

Demikian yang dapat saya sampaikan,

bagi anda yang mempunyai masalah yang masalahnya sudah memerlukan lebih dari sekedar pengasihan umum ,maka bisa melihat penjelasan pengasihan yang di berikan khusus pada orang orang tertentu :

1.ilmu Pengasihan Pandang Suhut

2.Ilmu Pemanggil sukma

3.Ilmu Pengasihan Air nurani

4.Doa penunduk hati air dalam mulut

Dan bagi anda yang mempunyai masalah yang lebih berat lagi bisa melihat :

1.Minyak Bulu Perindu

2.Minyak Kukang

3.Minyak cinta Mani

Akhirul kalam saya ucapkan terima kasih atas kunjungan anda,dan semoga apa yang saya sampaikan bisa bermanfaat bagi anda..wallahu a’lam

 

Wasalam

 

Fathul ahadi

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Delicious
  • LinkedIn
  • StumbleUpon
  • Add to favorites
  • Email
  • RSS

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *