32 keutamaan dan khasiat istigfar

istigfarilmupeletdanpengasihan.com – Segala puji untuk Allâh, Tuhan semesta alam. Shalawat dan salam atas Rasul-Nya yang terpercaya, keluarga, semua shahabat serta orang yang mengekor beliau sampai hari Kiamat, wa ba’du:

 

Bagi kamu yang merasa sekitar ini rejeki yang kamu dapatkan tidak jarang kali tidak dapat untuk mencukupi keperluan sehari hari atau kamu sedang di lilit hutang bahkan kamu merasa rejeki yang kamu peroleh tidak berkah yang di tandai berapapun penghasilan kamu selalu pengeluaran lebih banyak dari pendapatan tersebut..untuk hal urusan itu ada baiknya kamu melihat pejelasan amalan amalan yang di ijazahkan secara eksklusif :

1. Amaliah membuka Harta gaib

2. Amaliah Doa Fulus

3. Amaliah Bismillah Pembuka Rejeki

4. Membuka pintu rejeki dengan surah Yasin

Insya Allah di antara amaliah itu ada yang cocok dengan masalah anda.

Berikut ini saya ketengahkan beberapa kupasan secara ringkas tentang “Istighfar: keutamaan, masa-masa dan lafazhnya”.

Kami memohon untuk Allâh supaya menjadikan artikel ini bermanfa’at.

Manusia ialah makhluk yang lemah, adakalanya ia sering melakukan khilaf dan dosa tanpa disadarinya,namun sebaik baiknya orangyang melakukan dosa ialah yang tidak jarang kali memohon ampunan atas segaladosa yang ia lakukan.

Istighfar adalahsalah satu jalan guna memohon ampunan_NYA.

Istighfar mempunyai status yang tinggi dalam diri seorang hamba, bahkan Allah memadukannya dengan iman ketika berkata tentang kaum kuffar Mekah Al-Kahf 55:

“Dan tidak terdapat sesuatupun yang menghalangi insan dari beriman,ketika tuntunan telah datang untuk mereka, dan dari memohon ampun untuk Tuhannya,

kecuali (keinginan menanti) datangnya hukum (Allah yang telah selesai pada) umat-umat yang dahulu atau datangnya azab atas mereka dengan nyata”.

32 Keutamaan Istighfar

1.mengusung derajatnya disurga Rasulullah bersabda,”Sesungguhnya Allah bakal mengusung derajat seorang hamba di surga.

Hamba tersebut berkata,’Wahai Allah, dari mana saya dapat keagungan ini?’ Allah berkata,’Karena istighfar anakmu untukmu’.”(HR.Ahmad dengan sanad hasan).

2.mengikuti sunnah rasulullah Abu Hurairah berkata,”Saya sudah mendengar Rasulullah bersabda,’Demi Allah, Sesungguhnya aku mohon ampun untuk Allah (beristighfar) dan bertaubat kepada-Nya dalam sehari lebih dari tujuh puluh kali’.”(HR.Bukhari).

3.menjadi sebaik-baik orang yang bersalah Rasulullah bersabda,”Setiap anak Adam pernah bersalah, dan sebaik-baik orang yang bersalah ialah yang segera bertaubat.”(HR.Tirmidzi, Ibnu Majah, al-Hakim).

4.bersifat sebagai hamba allah yang sejati Allah berfirman,”Dan Allah Maha Melihat bakal hamba-hamba-Nya. (Yaitu) orang-orang yang berdo’a:”Ya Tuhan kami, bahwasannya kami sudah beriman, maka ampunilah segala dosa kami dan peliharalah kami dari siksa neraka,”(yaitu) orang-orang yang sabar, yang benar, yang tetap ta’at, yang menafkahkan hartanya (dijalan Allah), dan yang memohon ampun (beristighfar) di masa-masa sahur.”(QS.Ali’Imran: 15-17).

5.terhindar dari stempel kezhaliman Allah berfirman,”…Barang siapa yang tidak bertaubat, maka mereka itulah orang-orang yang zhalim.”(QS.al-Hujurat: 11).

6.Diampuninya dosa-dosa. Siapa yang mengakui dosanya dan pun meninggalkannya, maka dia bakal diampuni.

7.Ridha Allah Subhanahu wa Ta’ala dan kecintaan-Nya. Istighfar adalahperkara yang penting, sampai-sampai seorang hamba dapat mendapatkan ridha dan kerinduan Allah Subhanahu wa Ta”ala.

8.Memperoleh rahmat Allah Subhanahu wa Ta’ala. FirmanNya, Hendaklah kalian meminta ampun untuk Allah Ta’ala, supaya kalian mendapat rahmat (An-Naml :46).

9.Didalam firman-Nya yang lain, Maka aku katakan untuk mereka, ‘Mohonlah ampun untuk Tuhan kalian’, bahwasannya Dia ialah Maha Pengampun, niscaya Dia bakal menurunkan untuk kalian hujan dengan lebat, dan bakal membanyakkan harta dan anak-anak kalian, dan menyelenggarakan untuk kalian kebun-kebun dan menyelenggarakan (pula di dalamnya) guna kalian sungai-sungai’.(Nuh:10-12).

10.Kebeningan hati. Karena istighfar bisa menghapus dosa. Maka hati juga menjadi bersih dan jernih dari noda dosa serta kedurhakaan.

11.Istighfar merupakan keperluan hamba yang berkelanjutan. Dia membutuhkannya menjelang siang dan malam, bahkan istighfar senantiasa diperlukan dalam setiap ucapan dan perbuatan,

kala sendirian maupun bayak orang, sebab di dalamnya berisi kemashlahatan, menyebabkan kebaikan, menyingkirkan kemudhoratan, meningkatkan kekuatan amal hati dan badan serta kepercayaan iman.

12.Mendatangkan sikap lemah lembut dan baik tutur katanya. Siapa yang ingin supaya Allah Ta’ala memperlakukannya dengan lemah lembut, maka dia mesti senantiasa bersama-Nya.

Istighfar bisa menjadikan seorang hamba lemah lembut, baik tutur katanya, sebab dia biasa menyampaikan kebenaran dan menjelaskannya.

13.Memperbanyak ibadah dan zuhud di dunia. Istighfar memerlukan penyesalan dan taubat, sampai-sampai ia menuntut pelakunya lebih tidak sedikit beribadah.

Firman Allah Ta’ala, Sesungguhnya kebaikan-kebaikan tersebut menghapuskan kesalahan-kesalahan.(Hud:114).

14.menggembirakan Allah, Rasulullah bersabda, “Sungguh, Allah lebih gembira dengan taubat hamba-Nya daripada kegembiraan salah seorang dari kalian yang mengejar ontanya yang hilang di padang pasir.” (HR.Bukhari dan Muslim).

15.dicintai allah Allah berfirman, “Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri.” (QS.al-Baqarah: 222).

Rasulullah bersabda, “Orang yang bertaubat ialah kekasih Allah. Orang yang bertaubat atas dosanya, laksana orang yang tidak berdosa.”(HR.Ibnu Majah).

16.dosa-dosanya dimaafkan Rasulullah bersabda, “Allah sudah berkata,’Wahai hamba-hamba-Ku, masing-masing kalian tentu berdosa kecuali yang Aku jaga.Maka beristighfarlah kalian kepada-Ku, niscaya kalian Aku ampuni. Dan barangsiapa yang mempercayai bahwa Aku punya keterampilan untuk memaafkan dosa-dosanya, maka Aku bakal mengampuninya dan Aku tidak peduli (beberapa tidak sedikit dosanya).”(HR.Ibnu Majah, Tirmidzi).

Imam Qatadah berkata,”Al-Qur’an telah mengindikasikan penyakit dan obat kalian. Adapun penyakit kalian ialah dosa, dan obat kalian ialah istighfar.” (Kitab Ihya’Ulumiddin: 1/410).

Membebaskan diri dari adzab. Istighfar adalahsarana yang sangat pokok untuk melepaskan diri dari adzabnya,

sebagaimana firman-Nya, Dan tidaklah Allah Ta’ala bakal mengadzab mereka, sedang mereka meminta ampun.(Al-Anfal:33).

Istighfar mendatangkan kebajikan yang tidak sedikit dan pun barokah. Firman Allah Ta’ala, Dan (dia berkata),’Hai kaumku, mohonlah ampun untuk Tuhan kalian kemudian bertaubatlah kepada-Nya, niscaya Dia menurunkan hujan yang deras untuk kalian, dan Dia bakal menambahkan kekuatan untuk kekuatan kalian’.(Hud:52).

17.selamat dari api neraka ,Hudzaifah pernah berkata, “Saya ialah orang yang tajam lidah terhadap keluargaku, Wahai Rasulullah, aku takut bila lidahku tersebut menyebabkan ku masuk neraka’.

Rasulullah bersabda,’Dimana posisimu terhadap istighfar? Sesungguhnya, aku senantiasa beristighfar untuk Allah sejumlah seratus kali dalam sehari semalam’.” (HR.Nasa’i, Ibnu Majah, al-Hakim dan dishahihkannya).

18.mendapat balasan surga “Dan (juga) orang-orang yang bilamana mengerjakan tindakan keji atau menyiksa diri sendiri, mereka ingat bakal Allah, kemudian memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat memaafkan dosa di samping Allah? Dan mereka tidak meneruskan tindakan kejinya itu, sedang mereka mengetahui. Mereka tersebut balasannya merupakan ampunan dari Tuhan mereka dan surga yang didalamnya mengalir sungai-sungai, sedang mereka kekal didalamnya; dan itulah sebaik-baik pahala orang-orang yang beramal.”(QS.Ali’Imran: 135-136).

19.mengecewakan syetan dan menciptakan syetan putus harapan Sesungguhnya syetan sudah berkata,”Demi kemulian-Mu ya Allah, aku terus-menerus bakal menggoda hamba-hamba-Mu selagi roh mereka terdapat dalam badan mereka (masih hidup).

Maka Allah menimpalinya,”Dan demi keagungan dan keagungan-Ku, Aku senantiasa memaafkan mereka sekitar mereka memohon ampunan (beristighfar) kepada-Ku.”(HR.Ahmad dan al-Hakim).

Ali bin Abi thalib pernah ditemui oleh seseorang,”Saya telah mengerjakan dosa’.’Bertaubatlah untuk Allah, dan tidak boleh kamu ulangi’,kata Ali.

Orang tersebut menjawab,’Saya sudah bertaubat, namun setelah tersebut saya berdosa lagi’. Ali berkata, ‘Bertaubatlah untuk Allah, dan tidak boleh kamu ulangi’. Orang tersebut bertanya lagi,’Sampai kapan?’

Ali menjawab,’Sampai syetan berputus harapan dan merasa rugi.”(Kitab Tanbihul Ghafilin: 73).

20.meredam adzab Allah berfirman,”Dan Allah sekali-kali tidak bakal mengazab mereka, sedang anda berada salah satu mereka. Dan tidaklah (pula) Allah bakal mengazab mereka, sedang mereka meminta ampun.”(QS.al-Anfal: 33).

21.mengusir kesedihan Rasulullah bersabda,”Barangsiapa yang senantiasa beristighfar, maka Allah akan menyerahkan kegembiraan dari masing-masing kesedihannya, dan kelapangan untuk setiap kesempitannya, dan memberinya rizki dari arah yang tiada disangka-sangka.”(HR.Abu Daud, Ibnu Majah dan Ahmad).

22.melapangkan kesempitan Rasulullah bersabda,”Barangsiapa yang senantiasa beristighfar, maka Allah akan menyerahkan kegembiraan dari masing-masing kesedihannya, dan kelapangan untuk setiap kesempitannya dan memberinya rizki dari arah yang tiada disangka-sangka,”(HR.Abu Daud, Ibnu Majah dan Ahmad).

23.melancarkan rizki Rasulullah bersabda,”Sesungguhnya seorang hamba dapat tertahan rizkinya sebab dosa yang dilakukannya.”(HR.Ahmad, Ibnu Hibban dan Ibnu Majah).

24.membersihkan hati Rasulullah bersabda,”Apabila seorang mukmin mengerjakan suatu dosa, maka tercoretlah noda hitam di hatinya. Apabila ia bertaubat, meninggalkannya dan beristighfar, maka bersihlah hatinya.”(HR.Nasa’i, Ibnu Majah, Ibnu Hibban, Tirmidzi).

25.mudah menemukan anak Allah berfirman,”Maka aku katakan untuk mereka:”Mohonlah ampun (istighfar) untuk Tuhanmu, bahwasannya Dia ialah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengantarkan hujan kepadamu dengan lebat, dan memperbanyakkan harta dan anak-anakmu, dan menyelenggarakan untukmu kebun-kebun dan menyelenggarakan (pula didalamnya) untukmu sungai-sungai.” (QS.Nuh: 10-12).

26.mudah menemukan air hujan Ibnu Shabih berkata,”Hasan al-Bashri pernah ditemui seseorang dan mengadu bahwa lahannya tandus, ia berkata, ‘Perbanyaklah istighfar’.

Lalu terdapat orang beda yang mengadu bahwa kebunnya kering, ia berkata, ‘Perbanyaklah istighfar’. Lalu terdapat orang beda lagi yang mengadu bahwa ia belum punya anak, ia berkata,’Perbanyaklah istighfar’.(Kitab Fathul Bari: 11/98).

27.bertambah kekuatannya Allah berfirman,”dan (dia berkata):”hai kaumku, mohonlah ampun untuk tuhanmu kemudian bertobatlah kepada-Nya, niscaya Dia menurunkan hujan yang paling deras atasmu, dan Dia bakal menambahkan kekuatan untuk kekuatanmu, dan janganlah anda berpaling dengan melakukan dosa.”(QS.Hud: 52).

28.bertambah kesejahteraannya Allah berfirman,”Maka aku katakan untuk mereka:”Mohonlah ampun untuk Tuhanmu, bahwasannya Dia ialah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengantarkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan menyelenggarakan untukmu kebun-kebun dan menyelenggarakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai.”(QS.Nuh: 10-12).

29.menjadi orang yang beruntung Allah berfirman,”Dan bertaubatlah anda sekalian untuk Allah, hai orang-orang yang beriman supaya anda beruntung.”(QS.an-Nur: 31).

Aisyah berkata,”Beruntunglah, orang-orang yang mengejar istighfar yang tidak sedikit pada masing-masing lembar daftar harian amal mereka.”(HR.Bukhari).

30.keburukannya diganti dengan kebajikan Allah berfirman,”Kecuali orang-orang yang bertaubat, beriman dan menggarap amal saleh; maka durjana mereka diganti Allah dengan kebajikan. Dan ialah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”(QS.al-Furqan: 70).

“Dan dirikanlah sembahyang tersebut pada kedua tepi siang (pagi dan petang) dan pada bahagian permulaan daripada malam. Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik tersebut menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk. Itulah peringatan untuk orang-orang yang ingat.”(QS.Hud: 114).

31.bercitra sebagai orang mukmin Rasulullah bersabda,”Tidak seorangpun dari umatku, yang bilamana ia melakukan baik dan ia menyadari bahwa yang diperbuat ialah kebaikan, maka Allah bakal membalasnya dengan kebaikan.

Dan tidaklah ia mengerjakan suatu yang tercela, dan ia sadar sepenuhnya bahwa perbuatannya tersebut salah, kemudian ia minta ampun (beristighfar) untuk Allah, dan hatinya yakin bahwa tiada Tuhan yang dapat mengampuni kecuali Allah, maka dia ialah seorang Mukmin.”(HR.Ahmad).

32.berkepribadian sebagai orang arif Seorang ulama berkata,”Tanda orang yang bijaksana (bijak) tersebut ada enam. Apabila ia menyinggung nama Allah, ia merasa bangga. Apabila menyinggung dirinya, ia merasa hina.

Apabila menyimak ayat-ayat Allah, ia ambil pelajarannya. Apabila muncul kemauan untuk bermaksiat, ia segera mencegahnya. Apabila dilafalkan ampunan Allah, ia merasa gembira. Dan bilamana mengingat dosanya, ia segera beristighfar.” (Kitab Tanbihul Ghafilin: 67)

Waktu-waktu Beristighfar
Istighfar disyari’atkan di dalam masing-masing waktu, namun ia menjadi wajib saat melakukan dosa-dosa dan menjadi sunnah/sangat disarankan seusai mengerjakan perbuatan-perbuatan baik, laksana beristighfar 3 kali sesudah shalat, sesudah haji dan lain-lain.

Juga, disarankan pada masa-masa sahur karena Allâh memuji orang-orang yang beristighfar pada waktu-waktu sahur tersebut.
Istighfar adalahsunah seluruh semua Nabi dan Rasul -’alaihimush shalatu was salam-

1.Lihatlah Nabi Adam -alaihis salam-, Allah berfirman mengenai istighfar (permohonan maghfirah) beliau dan istri beliau,

“Keduanya berkata: “Ya Rabb kami, kami sudah menyiksa diri kami sendiri, dan andai Engkau tidak memaafkan kami dan memberi rahmat untuk kami, niscaya tentulah kami tergolong orang-orang yang merugi.” (al-A’raf: 23)

2.Dan mengenai Nabi Nuh -’alaihis salam- Allah ta’ala berfirman,
“Ya Tuhanku! Ampunilah aku, ibu bapakku, orang yang masuk ke rumahku dengan beriman dan seluruh orang yang beriman laki-laki dan perempuan.” (Nuh: 28)

3.Tentang Nabi Musa -’alaihis salam- Allah berfirman,
“Musa berdoa: “Ya Rabbku, bahwasannya aku sudah menyiksa diriku sendiri karena tersebut ampunilah aku”. Maka Allah mengampuninya, bahwasannya Allah Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (al-Qashash: 16)

4.Nabi Daud -’alaihis salam- pun beristighfar untuk Allah. Allah berfirman,
“Dan Daud memahami bahwa Kami mengujinya; maka ia meminta ampun untuk Rabbnya kemudian menyungkur sujud dan bertaubat.” (Shad: 24)

5.Nabi Sulaiman -’alaihis salam- pun memohon ampun untuk Allah,
“Ia berkata: “Ya Tuhanku, ampunilah aku dan anugerahkanlah kepadaku kerajaan yang tidak dipunyai oleh seorang juapun sesudahku, bahwasannya Engkaulah Yang Maha Pemberi”.” (Shad: 35)

6.Dan Para Nabi dan Rasul lainnya juga beristighfar untuk Allah, terlebih utama ialah Nabi anda Muhammad -shallallahu ‘alaihi wa sallam-.

Imam Muslim -rahimahullah- melafalkan hadits dalam shahihnya,
Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda, “Sesungguhnya hatiku (terkadang) terlalaikan dari dzikir, dan bahwasannya aku memohon ampun untuk Allah seratus kali dalam satu hari.”

Lihatlah! Betapa Nabi anda -shallallahu ‘alaihi wa sallam- seorang yang makshum, yang dibentengi dari dosa-dosa, dan menemukan ampunan baik guna yang sudah lalu maupun yang bakal datang,

Beliau -shallallahu ‘alaihi wa sallam- tetap saja menggandakan istighfar untuk Allah subhanahu wa ta’ala.

Maka anda yang berada sangat-sangat jauh di bawah status Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, pasti lebih pantas untuk menggandakan istighfar, memohon ampun untuk Allah subhanahu wa ta’ala.

Selain sebab dosa dan kekeliruan kita yang paling banyak, pun karena manfaat-manfaat istighfar yang sangat tidak sedikit dan anda tidak dapat merasa lumayan darinya.

Bacaan istigfar
Ada tidak sedikit bacaan istigfar yang dapat kita pajatkan untuk Allah sebagai format permohonan ampun atas segala kesalahan.disini saya melulu menyebutkan sejumlah bacaan :

1.Doa nabi yunus

“laailahailaa anta subhanaka inni kuntu munazdhalimiin”( bagi kamu yang inginkan mengamalkannya sehabis shalat dhuhur 100x insya allah akan dimurnikan hati dari sifat sifat tercela)

2. Sayyidul istigfar

“Allahumma anta rabbi, laa ilaaha illa anta khalqtani, wa ana ‘abduka wa ana ‘ala ‘ahdika wa wa’dika mastatho’tu, a’udzubika min syarri ma shona’tu, abu – ulaka bi ni’matika ‘alayya, wa abu – u bi dzanbi faghfirli fa innahu laa yaghfirudz dzunuba illa anta”

Ya Allah, Engkau ialah Tuhanku, yang tiada Tuhan yang layak disembah tetapi Engkau yang telah membuat diriku. Aku ialah hamba – Mu, dan aku berada dalam perintah dan perjanjian – Mu, yang dengan segala kemampuanku, perintah – Mu aku laksanakan. Aku berlindung untuk – Mu dari segala keburukan yang aku perbuat terhadap – Mu. Engkau telah melimpahkan nikmat – Mu kepadaku, sedangkan aku senantiasa melakukan dosa. Maka ampunilah dosa – dosaku. Sebab tiada yang dapat memaafkan dosa kecuali Engkau.

Istighfar, memohon ampun untuk Allah ialah amalan yang paling mulia, sangat tidak sedikit sekali guna yang dapat kita peroleh dari istighfar kita untuk Allah subhanahu wa ta’ala, yang mana tidak terdapat satu juga dari anda yang tidak membutuhkan guna dan buah dari istighfar itu.

Sekian dulu dari saya,semoga ini dapat bermanfaat untuk kita semua.
bagi kamu yang merasa mempunyai sejumlah masalah dalam kehidupan kamu bisa melihat

Doa Pelindung,Doa pengasihan,doa penyembuh dan pembuka rejeki yang diserahkan dengan ijazah eksklusif dapat kamu lihat di PEMESANAN AMALAN

Wasalam

Fathul ahadi

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *